Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Tanaman Meniran (Phillanthus niruri L.) Dalam Melarutkan Kalsium

Winarti Winarti, Siti Nuryanti, Irwan Said

Abstract


Research on the solubility of calcium has been conducted using meniran (phillanthus niruri L.) plant extracts by varying concentrations. This research was conducted by laboratory experiments using meniran plant extracts as samples in dissolving calcium phosphate as a substitute for kidney stones. Meniran is a type of acidic herbal plant extract which contains flavonoids and potassium, so it can dissolve calcium. This study was conducted to determine the most effective concentration of meniran plant extracts from the variation concentration (2%, 4%, 6%, 8% and 10%) in dissolving calcium, and also to determine the effectiveness of this extract compared to Batugin Elixir and distilled water. Determination of the concentration of dissolved calcium in meniran plant extracts was done by a flame photometer. The results showed concentration of 10% of meniran plant extract was effective in dissolving calcium whichwas equal to 46.1 ppm. However, Batugin Elixir was more effective in dissolving calcium with a concentration equal to 58.2 ppm, while distilled water can dissolve the calcium only equal to 4.8 ppm.

Keywords


Meniran Plant Extracts, Calcium Phosphate

References


Arnida, & Sutomo. (2008). Pengaruh fraksi bulbus bawang dayak (eleutherine palmifolia (L) merr) terhadap aktivitas diuretika dan peluruh batu ginjal tikus putih jantan. Sains dan Terapan Kimia, 3(2), 134-143.

Chang, R. (2003). Kimia dasar konsep-konsep inti. Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Dhianawaty, D., Padmawinata, K., Soediro, I., Andreanus, & Soemardji. (2002). Efek antikalkuli ekstrak etanol phyllanthus niruri L., pada tikus dengan batu kandung kemih buatan. Bahan Alam Indonesia, 1(1), 10-14.

Dokita. (2008). Batugin elixir. Diunduh kembali dari http://dokita.co/ store/2008/11/batugin-elixir/.

Haris, M. S., Susilo, J., & Karminingsih, S. R. (2010). Daya melarutkan ekstrak akar aren (arenga pinnata (wurmb.) merr.) terhadap kalsium batu ginjal secara in vitro. Gizi dan Kesehatan, 2(2), 92-97.

Harlis, W. O. (2012). Uji potensi ekstrak meniran (phyllanthus niruri, L.) terhadap spermatogenesis tikus (rattus norvegicus,L.). Paradigma, 16(1), 39-46.

Indah, K. (2006). Metode cepat penentuan flavonoid total meniran, hhyllanthus niruri L. berbasis teknik spektroskopi inframerah dan kemometrik. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Diunduh kembali dari http://repository.ipb.ac.id/ handle/123456789/46268.

Kardinan, A., & Kusuma, F. R. (2004). Meniran penambah daya tahan tubuh alami. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Katno, & Pramono, S. (2009). Tingkat manfaat dan keamanan tanaman obat dan tanaman obat tradisional. Yogyakarta: Farmasi UGM.

Lusiyanah. (2011). Pengaruh konsentrasi ekstrak akar dari akar kucing (acalypha indica) terhadap kelarutan kalsium pada batu ginjal. Skripsi Universitas Tadulako, Palu.

Marliana, S. D., Suryanti, V., & Suyono. (2005). Skrining fitokimia dan analisis kromatografi lapis tipis komponen kimia buah labu siam (sechium edule Jacq. swartz.) dalam ekstrak etanol. Biofarmasi, 3(1), 26-31.

Martinus, B. A., & Riva’i, H. (2011). Pengaruh perbandingan etanol air sebagai pelarut ekstraksi terhadap perolehan kadar fenolat dan daya antioksidan herba meniran (phyllanthus niruri L.). Scienta, 1(1), 59-64.

Matius, S. (2009). Pengaruh konsentrasi dekok patikan kebo dan daun sendok terhadap daya larut kalsium batu ginjal. Skripsi STIFA-Pelita Mas Palu, Palu.

Muslim, R. (2007). Batu saluran kemih suatu problema gaya hidup dan pola makan serta analisis ekonomi pada pengobatannya. Universitas Diponegoro Semarang, Semarang. Diunduh kembali dari http://eprints.undip.ac.id/340/1/rifki_muslim.pdf

Nisma, F. (2011). Pengaruh penambahan ekstrak etanol 70% buah anggur biru (vitis vinifera L.) terhadap kelarutan kalsium batu ginjal. Diunduh kembali dari http://lemlit.uhamka.ac.id/files/ anggur-biru.pdf.

Nugroho, D., Birowo, P., & Rasyid, N. (2011). Percutaneous nephrolithotomy sebagai terapi batu ginjal. Majalah Kedokteran Indonesia, 61(3), 130-138.

Nugroho, T. (2003). Pengaruh pemaparan kombinasi ekstrak meniran (phillanthus niruri L.) dan ekstrak sirih (piper bettle L.) terhadap viabilitas sel tumor adenocarcinoma mammae mencit C3H secara in vitro. Universitas Diponegoro Semarang, Semarang. Diunduh kembali dari http://eprints.undip. ac.id/12287/1/2003MIB2415.pdf.

Nurraihana, H., & Hanoon, N. A. (2013). Phytochemistry, pharmacology and toxicology properties of strobilanthes crispus. International Food Research, 20(5), 2045-2056.

Permadi, A. (2008). Membuat kebun tanaman obat. Jakarta: Pustaka Bunda.

Soenanto, H., & Kuncoro, S. (2006). Hancurkan batu ginjal dengan ramuan herbal. Jakarta: Puspaswara.

Sriningsih, & Wibowo, A. E. (2009). Efek imunostimulan ekstrak meniran (phyllanthus niruri L.) secara in vivo pada tikus. Bahan Alam Indonesia, 7(1), 15-18.

Sudoyo, A. W., & Setiyohadi, B. (2006). Buku ajar penyakit dalam. Edisi IV. Jakarta: PP Departemen Ilmu Penyakit Dalam.

Suharjo, J. B., & Cahyono. (2009). Batu ginjal. Yogyakarta: Kanisius.

Svehla, G. (1985). Analisis anorganik kualitatif makro dan semimikro. Edisi kelima, bagian I. Jakarta: Kalman Media Pustaka.

Thomas, A. N. S. (1989). Tanaman obat tradisional. Yogyakarta: Kanisius.

Underwood, A. L. (1999). Analisis kimia kuantitatif. Edisi keenam. Jakarta: Erlangga.

Wahjoedi, B., Adjirni, & Pudjiastuti. (2003). Toksisitas subkronik ekstrak kejibeling (strobilanthus crispus BL) pada tikus putih. Bahan Alam Indonesia, 2(4), 141-144.

Wientarsih, I. (2008). Daun alpukat mampu obati batu ginjal. Bogor: IPB.

Wientarsih, I., Madyastuti, R., Prasetyo, B. F., & Firnanda, D. (2012). Gambaran serum ureum, dan kreatinin pada tikus putih yang diberi fraksi etil asetat daun alpukat. Veteriner, 13(1), 57-62.

Wilbraham, A. C., & Michaeil, S. M. (1992). Pengantar kimia organik dan hayati. Bandung: ITB.

Zulirfan. (2009). Hasil belajar keterampilan psikomotor fisika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif TPS dan TSTS pada siswa kelas X MA DAR EL Hikmah Pekanbaru. Jurnal Geliga Sains, 3(1), 43-47.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



p-ISSN: 2302-6030; e-ISSN: 2477-5185

CODEN: JAKUA7


Creative Commons License

Jurnal Akademika Kimia
by Universitas Tadulako is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at
http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/jak

Indexed By

Crossref WorldCat PKP Index OneSearch BASE Scholar GARUDA Sinta Neliti Mendeley