Akumulasi Timbal (Pb) Dan Tembaga (Cu) Pada Ikan Kuniran (Upeneus Sulphureus) Di Perairan Estuaria Teluk Palu

Dessy Amalia Lubis, Irwan Said, Suherman Suherman

Abstract


Estuarine waters is the meeting place of various estuaries to the open sea, which causes the estuarine water vulnerable to pollution by heavy metals. The source of pollution in the waters may come from gold mining activities, workshop waste, agricultural waste, motor vehicles activities, and domestic industrial activity. The pollutant materials may vary and one of which is heavy metal such as Pb dan Cu. Estuarine water of Palu Bay extends along a semicircle around the city. The bay is also the source of income of the lical fishermen. One of the commodity fish in the water is yellow goat fish (Upeneus sulphureus).This study aimed to determine the levels of lead (Pb) and copper (Cu) containing in yellow goat fish (upeneus sulphureus) that live in the water of the Palu gulf, Central Sulawesi Tengah. This study started by making field notes on the observation around Palu Bay. The next stage is to do the yellow goat fish sampling (Upeneus sulphureus) in the Palu Gulf then continuing to conduct the research in the chemistry Laboratory in Teacher Training and Education Factulty. To measure the level of lead and copper metal in yellow goat fish (Upeneus sulphureus) in Palu Bay, the researcherof, employed Direct Spectro tool. The data obtained were analyzed descriptively, which compared to the standard quality of food by the General Director of Drug and Food Control No. 03725/B/SK/VII/89 and ISO 7387:2009. The results showed that levels of lead metal in yellow goat fish (upeneus sulphureus) were 0,567 mg/kg, meaning that the levels of lead metal has exceeded the threshold value of the specified foods (0,3 mg/kg). While the copper metal content in yellow goat fish (Upeneus sulphureus) was 2,237 mg/kg and still below the specified threshold (5 mg/kg).

Keywords


Lead, Copper, Yellow Goat Fish (Upeneus sulphureus), Accumulation Estuarine water of Palu Bay

References


Alien, G. (1997). A field guide for anglers and divers marine fishes of south-east Asia. Australia: Periplus.

Amin, B. (2002). Distribusi berat Pb, Cu dan Zn pada sedimen di perairan telaga tujuh karimun kepulauan Riau. Jurnal Nature Indonesia, 5(1), 9 – 16.

Arsyad, M., Said, I., & Suherman. (2012). Akumolasi logam timbal (Pb) dalam ikan belanak (liza melinoptera) yang hidup di perairan muara Poboya. Jurnal Akademik Kimia, 1(4), 187-192.

Budiarti, A. (2010). Analisis kadar timbal (Pb) dan merkuri (Hg) pada ikan pindang salem (scomber australasicus) yang diperoleh dari tiga pasa tradisional terbesar di kota Semarang. Diunduh kembali dari http:// www.unwahas.ac.id/publikasiilmiah/ index.php/ilmuFarmasidanklinik/article/ download/641/757.

Efendi, H. (2003). Telaah kualitas air. Yogyakarta: Kanisius.

Ernawati, T., & Sumiono, B. (2006). Sebaran dan kelimpahan ikan kuniran (mullidae) di perairan selat Makassar. Makalah pada Seminar Nasional Ikan IV, Jatiluhur.

Fujiastuti. (2013). Akumulasi logam timbal (Pb) dan tembaga (Cu) dalam udang rebon (mysis, sp) di muara sungai Palu. (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Tadulako, Palu.

Furqon, A. M. (2007). Tipe estuaria binuangeun (banten) berdasarkan distribusi suhu dan salinitas perairan. Jurnal Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, (33), 97 - 110.

Hanjaya, S., Darjito., & Purwonugroho, D. (2013). Pengaruh pH dan waktu kontak pada adsorpsi Cd(II) mengggunakan adsorben kitin terfosforilasi dari limbah cangkang bekicot (achatina fulica). Kimia Student Journal, 2(2), 503 – 509.

Hardiana, H., Kardianyah, T. & Sugesty, S. (2011). Bioremediasi logam timbal (Pb) dalam tanah terkontaminasi limbah sludge industri kertas proses deinking. Jurnal Selulosa, 1(1), 31 - 41.

Heriyanto, H. M. (2011). Kandungan logam berat pada tumbuhan, tanah, air, ikan dan udang di hutan mangrove. Jurnal Penelitian Hutan dan Tanaman, 4(8), 197 – 2005.

Marinus, J. (2005). Kandungan logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd) dalam air, sedimen dan organ tubuh ikan sokang (triacanthus nieuhofi) di perairan Ancol, teluk Jakarta. (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Peternakan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Mohadi, R., Hidayati, N., & Melany, N. R. (2007). Preparasi dan karakterisasi kompleks kitosan hidrogen–tembaga(II). Jurnal Molekul, 1(2), 35 – 43.

Purnomo, T. M., & Muchyiddin. (2007). Analisis kandungan timbal (Pb) pada ikan bandeng (chanos chanos Forsk.) di tambak Kecamatan Gresik. Jurnal Neptunus, 1(14), 68 - 77.

Ratnawati, E., Sunarko, & Hartaman, S. (2008). Penentuan kandungan logam dalam ikan kembung dengan metode analisis aktivasi neutron. Jurnal Buletin Pengolahan Reaktor Nuklir, 1(5), 24 -29.

Retyoadhy, A. Y., Susanto, T., & Martati, E. (2005). Kajian cemaran Pb, total mikroba dan ecoli kerang darah. Jurnal Teknologi Pertanian, 6(3), 203 – 211.

Rochyatun, B. & Rozak, A. (2007). Pemantauan kadar logam berat dalam sedimen di perairan teluk Jakarta. Jurnal Makara Sains,1(11), 28 – 36.

Sitorus, H. (2011). Analisis beberapa parameter lingkungan perairan yang mempengaruhi akumulasi logam berat timbal dalam tubuh kerang darah di perairan pesisir timur Sumatra Utara, Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan 19(1), 374 – 384.

Soraya, Y. (2012). Pengaruh temperatur terhadap akumulasi dan depurasi tembaga (Cu) serta kadmium (Cd) pada ikan nila (oreochromis niloticus). Diunduh kembali dari http://www.ftsl.itb.ac.id/wp-content/ uploads/2012/07/25309305-Yara-Soraya. pdf.

Sudarmaji, Mukono, J. & Corie, I.P. (2006). Toksikologi logam berat b3 dan dampaknya terhadap kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(2), 129–142.

Supriatmo & Lelifajri. (2009). Analisis logam berat Pb dan Cd dalam sampel ikan dan kerang secara spektrofotometri serapan atom. Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan, 1(7), 2-8.

Tarigan, Z., Edward, & Rozak, A. (2003). Kandungan logam berat Pb, Cd, Cu, Zn dan Ni dalam air laut dan sedimen di muara sungai Membramo, Papua dalam kaitannya dengan kepentingan budidaya perikanan. Jurnal Makara Sains, 3(7), 119–127.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



p-ISSN: 2302-6030; e-ISSN: 2477-5185

CODEN: JAKUA7


Creative Commons License

Jurnal Akademika Kimia
by Universitas Tadulako is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at
http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/jak

Indexed By

Crossref WorldCat PKP Index OneSearch BASE Scholar GARUDA Sinta Neliti Mendeley