PEMANFAATAN ARANG AKTIF KULIT BUAH SUKUN (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg) SEBAGAI ADSORBEN DALAM PERBAIKAN MUTU MINYAK JELANTAH

Nyoman Suartini, Jamaluddin Jamaluddin, Ihwan Ihwan

Abstract


Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok manusia. Tingginya tingkat konsumsi minyak goreng menyebabkan jumlah minyak jelantah semakin meningkat. Minyak jelantah agar dapat dimanfaatkan kembali, perlu dilakukan proses pemurnian dengan menggunakan adsorben arang aktif. Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase (%) perubahan kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida, dan perubahan warna minyak setelah dimurnikan dengan arang aktif kulit buah sukun (Artocarpus altilis) serta perbandingan hasilnya dengan arang aktif di pasaran. Penelitian ini menggunakan metode titrasi untuk menentukan kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksida serta metode spektrofotometri untuk menentukan kualitas minyak dengan melihat warna minyak. Hasil penelitian menunjukan terjadinya perubahan warna minyak dari gelap menjadi cerah dengan penurunan kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida, serta absorbansi setelah dimurnikan dengan arang aktif kulit buah sukun berturut-turut sebesar 51,04%, 33,11%, dan 0,898 Abs (ayam), 48,38%, 29,32%, dan 0,721 Abs (ikan basah), 52,34%, 37,92%, dan 1,790 Abs (ikan kering), serta 50,16%, 35,41%, dan 0,231 Abs (tahu-tempe). Hasil statistik menunjukan terdapat perbedaan signifikan antara adsorben arang aktif kulit buah sukun dengan arang aktif di pasaran pada penurunan kadar asam lemak bebas pada minyak jelantah dari pengorengan ikan kering serta bilangan peroksida pada minyak jelantah dari penggorengan ayam, ikan basah, dan ikan kering.

 

Kata Kunci : Arang Aktif, Kulit Buah Sukun, Adsorben, Minyak Jelantah

 

Cooking oil is a basic human need. The high level of cooking oil consumption causes the amount of used cooking oil to increase. Used cooking oil to be reusable, need to be purified by using activated charcoal adsorbent. The aim of this research is to know the percentage (%) change of free fatty acid, peroxide value, and oil color change after purified with activated charcoal of breadfruit (Artocarpus altilis) peel and comparison of the result with activated charcoal in market. This research uses titration method to determine free fatty acid content and peroxide value and spectrophotometric method to determine oil quality by looking at oil color. The results showed the change of oil color from dark to bright with the decrease of free fatty acid content, peroxide value, and absorbance after purified with activated charcoal of breadfruit peel for 51,04%, 33,11%, and 0,898 Abs (chicken), 48,38%, 29,32%, and 0,721 Abs (fresh fish), 52,34%, 37,92%, and 1,790 Abs (dried fish), and also 50,16%, 35,41%, and 0,231 Abs (Tempe-tofu), respectively. The statistical results show that there is a significant difference between activated charcoal of breadfruit peel adsorbent and activated charcoal on the market on the decrease of free fatty acid content in cooking oil from dried fish fryers and peroxide value on cooking oil from chicken frying, fresh fish, and dried fish.

 

Keywords: Activated Charcoal, Breadfruit Peel, Adsorbent, Used cooking oil

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by.

         

 

e-ISSN: 2477-5398


Published by:

Chemistry Department, Tadulako University

Office:

Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Jl. Soekarno-Hatta Km. 9, Palu, Central Sulawesi, Indonesia


 

Lisensi Creative Commons
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia is licensed under a Creative Commons Attribution-4.0 Internasional License.