Vitamin A Ikan Sidat (Anguilla Marmorata) Asal Sungai Palu Dan Danau Poso

Jamaluddin Jamaluddin, Agustinus Widodo, Nurul Mufliha

Abstract


Pendahuluan & Tujuan: Ikan sidat (Anguilla marmorata) memiliki keunggulan gizi atau nutrisi yang tinggi seperti protein, mineral, asam lemak dan salah satunya yaitu vitamin A. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan jumlah kadar vitamin A ikan sidat (Anguilla marmorata) fase glass eel, yellow eel , silver eel  asal Sungai Palu dan Danau Poso. Bahan dan Metode: Bahan yang digunakan dalam penelitian yaitu Ikan sidat (Anguilla marmorata) berukuran Glass eel, Yellow eel, Silver eel yang berasal dari Sungai Palu dan Danau Poso, Ethanol, KOH, n-Hexane, BHT (Butil Hidroksil Toluen), Methanol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling melihat berdasarkan jenis berat, ukuran dan lokasi pengambilan. Metode yang digunakan yaitu Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dimana sebelumnya dilakukan uji saponifikasi (penyabunan) pada sampel ikan sidat. Hasil: vitamin A pada ikan sidat asal Sungai Palu fase glass eel sebesar 4,01 mg/kg (1336,67 IU/100 gram), yellow eel sebesar 7,26 mg/kg (2420 IU/100 gram), silver eel sebesar 9,73 mg/kg (3243,34 IU/100 gram). Vitamin A pada ikan sidat asal Danau Poso fase glass eel sebesar 0,22 mg/kg (73,34 IU/100 gram), yellow eel 7,16 mg/kg (2386,67 IU/100 gram), silver eel sebesar 11,3 mg/kg (3766,67 IU/100 gram). Kesimpulan: Kadar vitamin A ikan sidat fase glass eel asal Sungai Palu dan Danau Poso berbeda signifikan

Keywords


Ikan Sidat (Anguilla marmorata (Q.) Gaimard), Vitamin A, KCKT

Full Text:

PDF

References


Affandi, Ridwan. (2001). Budidaya Ikan Sidat. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Bogor. Bonnie, T. Y. .and Choo Y. (2000). Practical guide to establishing palm carotenois profile by HPLC with three dimensional diode array detector. Germany. F.G. Winarno. (2004). Kimia Pangan Dan Gizi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Gibney Michael J, Margets Barrie M, Kearney John M, Arab Lenore. (2009). Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC. Hafiludin. (2015). Analsisis Kandungan Gizi Ikan Bandeng Yang berasal Dari Habitat Yang Berbeda. Jakarta. Mckinnon, Lachlan J. (2006). “A review of eel biology: Knowledge and gaps.” 1–39. Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika. Purwitasari D, dan Maryanti D. (2009). Buku Ajar Gizi dalam kesehatan Reproduksi Teori dan Praktikum. Yogyakarta: Nuha Medika. Rusky, yusuf, Awaluddin, safri, Ismayana. (2011). Analisis Komposisi Asam Lemak Yang Terkandung Dalam Ikan Tongkol, Layur dan Tenggiri dari pameungkeup Garut. Bandung: Jurnal Akuatika. Sarwono. (2000). Budidaya Belut dan Sidat. Jakarta: Penebar Swadaya. Taufiqurrahman. (2008). Komposisi Kimia Dan Vitamin A, B1, B2, B3, Daging Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy) Pada Berbagai Ukuran. Bogor: Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian. Yuniastuti, Retno Sri Iswari dan Ari. (2006). Biokimia. Yogyakarta: Candi Gerbang Permai Blok R/6


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Tadulako University. Powered by Public Knowledge Project OJS


Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Indexed by:

   

 

Visitor Statistic

View My Stats

Creative Commons License
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.