PERKAWINAN DAN PERTUKARAN BATAK TOBA (Sebuah Tinjauan Strukturalisme Antropologi)

Rismawati Rismawati

Abstract


Berbicara masalah perkawinan di kalangan Orang Batak sangat
menarik. Sangat menariknya karena budaya Batak ternyata memiliki
cara-cara unik yang membedakannya dengan kebudayaan lain.
Sebagaimana diketahui bahwa struktur sosial orang Batak Toba
terdapat tiga unsur didasarkan kepada garis keturunan dan sistem
perkawinan. Dasar hubungan hulahula dengan boru adalah
perkawinan, dalam peristiwa tersebut selalu terlibat tiga unsur yakni
hulahula, boru dan dongan tubu. Ketiga unsur tersebut dinamakan
dalihan na tolu. Ketiganya saling terikat dan saling membutuhkan.
Orang Batak melambangkan alat memasak makanan dalihan yang
tiga batunya sebagai lambang struktur sosial mereka.
Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa sistem pertukaran di
dalam perkawinan orang Batak Toba adalah dengan cara tidak
langsung, dimana kedudukan memberi perempuan lebih tinggi dari
penerima perempuan. Artinya, mendapat reciprocity yang tidak
seimbang. Karena itu prinsip perkawinan pada masyarakat Batak
(Toba) adalah conubium asymetris cross cousin connubium.,
dengan ciri-ciri: eksogam, tidak boleh saling tukar menukar
perempuan.
Kata Kunci : Perkawinan dan Pertukaran

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.