JURNAL ARSITEKTUR

Ruang secara analogi matematis dapat di persepsikan sebagai keberadaan fisik tiga dimensi, yang dapat diukur,  karena memiliki unsur panjang, lebar dan tinggi. Dalam dunia Arsitektur, ruang tidak hanya dapat dipahami secara matematis saja, namun ruang juga harus dapat dirasakan, dihayati, dan diselami, karena ruang memiliki jiwa yang dapat mempengaruhi keberadaan individu atau manusia yang berada di dalamnya.


Vol 3, No 1 (2011)


Cover Page