JERAPAN P PADA ANDISOL YANG BERKEMBANG DARI TUFF VULKAN BEBERAPA GUNUNG API DI JAWA TENGAH DENGAN PEMBERIAN ASAM HUMAT DAN ASAM SILIKAT

St. Sukmawati

Abstract


Andisol merupakan tanah yang memiliki kemampuan menyerap fosfat  yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan tanah ini kaya akan bahan mineral amorf  khususnya alofan yang sangat reaktif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan asam humat dan asam slikat dalam menekan jerapan P pada mineral amorf (alofan) yang berasal dari 4 Gunung Api di Jawa Tengah. Sampel tanah diambil dari horison B/C dari Andisol Gunung Slamet, Dieng, Merbabu dan Lawu, dengan mempertimbangkan faktor umur bahan induk (tua dan muda) dan posisi lereng (atas, tengah dan bawah). Komponen mineral amorf yang digunakan merupakan fraksi lempung yang diperoleh dengan metode pemipetan (Hukum Stok). Percobaan jerapan P dilakukan dengan menggunakan  seri larutan Na(H2PO4) dengan kadar 0, 10, 20, 30, 40 dan 50 mM. Sistem larutan diatur pada pH 4 dan pH 6. Kadar asam humat dan asam silikat yang digunakan masing-masing 100 mg/L. Persamaan isoterm jerapan Langmuir dan Freundlich digunakan untuk mendeskripsikan pola jerapan P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jerapan P sangat tinggi yaitu >98%, meningkat dengan meningkatnya kadar pemberian P dengan pola jerapan yang dapat digambarkan secara baik dengan persamaan isoterm Freundlich.  Pemberian asam humat dan asam silikat terbukti dapat menurunkan jerapan P dimana terlihat bahwa pemberian asam silikat lebih kuat dalam menurunkan jerapan P dibandingkan asam humat, baik pada pH 4 maupun pH 6.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.