Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Kadar Bioetanol Dari Kulit Jagung Manis (Zea mays saccharata)

Renni Agustina M., Ratman Ratman, Irwan Said

Abstract


This study aimed to determine the effect of fermentation time on the level of bioethanol from sweet corn bark. Sweet corn bark is one of the agricultural wastes containing cellulose which can be converted to bioethanol through several stapes. The steps were sample preparation, delignification, hydrolysis, and fermentation. This study applied fermentation process on the sweet corn bark using yeast bread (saccharomyces cereviseae) with time variations i.e 2-8 days.The products of fermented ethanol increasedand reached the optimum at 6 days fermentation with the bioethanol level of 4.50,then decrease the ethanol content at day 7 and 8.

Keywords


Corn bark, Fermentation time, Bioethanol, Saccharomyces cerevisiae

References


Ariyani, E., Kusumo, E. & Supartono. (2013). Produksi bioetanol dari jerami padi (oryza sativa L). Jurnal Institut Teknologi Nasional, 2(2), 168-172.

Azizah, N., Al-Baarri, A. N. & Mulyani, S. (2012). Pengaruh lama fermentasi terhadap kadar alkohol, pH, dan produksi gas pada proses fermentasi bioetanol dari whey substitusi kulit nanas. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 1(2), 72-77.

Brown, R. C. (2003). Biorenewable resources. New York: Blackwell Publishing Corp.

Cardona, A., & Sanchez, O. J. (2007). Fuel ethanol production: Process design trends and integration opportunities. Bioresource Technology. 98(12), 45-57.

Fachry, A. R., Astuti, P. & Puspitasari, T. G. (2013). Pembuatan bietanol dari limbah tongkol jagung dengan variasi konsentrasi asam klorida dan waktu fermentasi. Jurnal Teknik Kimia, 19(1), 60-69.

Hikmiyati, N. & Yanie, N. S. (2008). Pembuatan bioetanol dari limbah kulit singkong melalui proses hidrolisa asam dan enzimatis. Tugas Akhir Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Semarang.

Judoamidjojo, M., Darwin, A. A. & Sa’id, E. G. (1992). Teknologi fermentasi. Jakarta: Rajawali Pers.

Mulyono, A. M. W., Handayani, C. B., Tari, A. I. N. & Zuprizal. (2011). Fermentasi etanol dari jerami padi. Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sukoharjo: Universitas Veteran Bangun Nusantara.

Ningsih, E. R. (2012). Uji kinerja digester pada proses pulping kulit jagung dengan variabel suhu dan waktu pemasakan. Tugas Akhir Fakultas Teknik, Program Studi Diploma III Teknik Kimia. Semarang: Universitas Diponegoro.

Noviani, H., Supartono & Siadi, K. (2014). Pengolahan limbah serbuk gergaji kayu sengon laut menjadi bioetanol menggunakan saccharomyces cerevisiae. Indonesian Journal of Chemical Science, 3(2), 147-151.

Retno, E. D., Kriswiyanti, E. A. & Nur, A. (2009). Bioetanol fuel grade dari talas (colocasia esculenta). Jurnal Ekuilibrium, 8(1), 1-6.

Simomara, S. (2008). Membuat biogas pengganti bahan bakar minyak dan gas. Jakarta: Agromedia.

Soedarmadji. (1997). Prosedur analisa untuk bahan makanan dan pertanian. Yogyakarta: Liberty.

Wiratmaja, I. G., Kusuma, I. G. B. W. & Winaya, I. N. S. (2011). Pembuatan etanol generasi kedua dengan memanfaatkan limbah rumput laut eucheuma cottonii sebagai bahan baku. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, 5(1), 75-84.

Xiang, Q.Lee, Y. Y., Pettersson, P. O., & Torget, R. W. (2003). Heterogeneous aspects of acid hydrolysis of a cellulose. Applied Biochemistry and Biotechnology, 107(1), 505–514.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



p-ISSN: 2302-6030; e-ISSN: 2477-5185

CODEN: JAKUA7


Creative Commons License

Jurnal Akademika Kimia
by Universitas Tadulako is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at
http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/jak

Indexed By

Crossref WorldCat PKP Index OneSearch BASE Scholar GARUDA Sinta Neliti Mendeley