Penentuan Waktu Optimum Dalam Pembuatan Bioetanol Dari Bonggol Pisang Tanduk(Musa paradisiaca formatypisa) Melalui Fermentasi

Eka Lilis Setiawati, Siang Tandi Gonggo, Paulus Hengky Abram

Abstract


Banana tuber contains 76% starch as a source of organic material that can be changed to bioethanol which is an alternative of fuel oil. This study aimed to determine the optimum time of fermentation in the process of producing bioethanol from banana (musa paradisiaca formatypisa) tuber. In this study the fermentation of banana tuber is determined using saccharomyces cereviseae with the variation time of 3, 4, 5, 6, 7, 8 and 10 days. The stages carried out in this study were preliminary or sample preparation, delignification, hydrolysis, fermentation and separation. Bioethanol from the fermented ricestraw was analyzed using alcoholmeter. The content of bioethanol product increased on days 3 to 7 and reach the optimum on the day 7 which was 8.90%, where on the day 8 and 10 decreased the ethanol content.

Keywords


Bioethanol, musa paradisiaca formatypisa,fermentation, optimum time

References


Assegaf, F. (2009). Prospek produksi bioetanol bonggol pisang (musa paradisiacal) menggunakan metode hidrolisis asam dan enzimatis. Univeristas Jenderal Soedirman. 1-28.

Azizah, N., Baarri, A. N. A., & Mulyani, S. (2012). Pengaruh lama fermentasi terhadap kadar alkohol, pH, dan produksi gas pada proses fermentasi bioetanol dari whey dengan subtitusi kulit nanas. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 1(2), 72-77

Badan Penelitian Pertanian. (2005). Prospek dan arah pengembangan agribisnis pisang. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Jakarta.

Barokah, Q., & Abtokhi, A. (2013). Kadar glukosa pada biomassa bonggol pisang melalui paparan radiasi matahari, gelombang mikro dan hidrolisis asam. Jurnal Neutrino, 5(2), 123-132.

Buckle, K. A., Edwards, R. A., Fleet, G. H., & Wooton, M. (1987). Ilmu pangan. Universitas Indonesia Press: Jakarta.

Fachry, R. A., Astuti, P., & Puspitasari, T. G. (2013). Pembuatan bioetanol dari limbah tongkol jagung dengan variasi konsentrasi asam klorida dan waktu Fermentasi. Jurnal Tehnik Kimia, 2(19), 60-69.

Gunam, I. B. W., Buda, K., & Guna, M. Y. S. (2010). Pengaruh perlakuan delignifikasi dengan larutan NaOH dan konsentrasi substrat jerami padi terhadap produksi enzim selulase dari aspergillus niger NRRL A-II, 264. Jurnal Biologi, 14(5), 55 - 61.

Haryono, Kurniawan, R., Nurhayani, A., & Soviyani, D. A. (2010). Pembuatan bioetanol dari bahan berbasis selulosa. Jurnal Institut Nasional, 2(4), 1-7.

Hikmiyati, N., & Novica, Y. S. (2008). Pembuatan bioetanol dari limbah kulit singkong melalui proses hidrolisa asam dan enzimatis. Jurnal Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

Judoamidjojo, M., Darwis, A. A., & Sa’id, E. G. (1992). Teknologi fermentasi. Rajawali Press Jakarta.

Kartika, B., Guritno, A. D., Purwadi, D., & Ismoyowati, D. (1992). Petunjuk evaluasi produk industri hasil pertanian. PAU Pangan dan Gizi UGM: Yogyakarta.

Kunaepah, U. (2008). Pengaruh lama fermentasi dan konsentrasi glukosa terhadap aktivitas antibakteri, polifenol total dan mutu kimia kefir susu kacang merah. (Tesis), Universitas Diponegoro, Semarang.

Mulyono, A. M. W., Handayani, C. B., Tari, A. I. N., & Zuprizal. (2011). Fermentasi etanol dari jerami padi. Karya Tulis Ilmiah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo.

Mussatto, S. I., & Teixeira, J. A. (2010). Lignocellulose as raw material in fermentation processes: Current research. Technology and Education Topics in Applied Microbiologi and Microbial Biotechnology A. Mendez-Vilas (Ed). 897-907.

O’Leary, V. S., Green, R., Sullivan, B. C., & Holsinger, V. H. (2004). Alcohol production by selected yeast strains in lactase hydrolyzed acid whey. Jurnal Biotechnology and Bioengineering, 19(7), 1019-1035.

Octavia, S., Soerawidjaja, T. H., Purwadi1, R., & Putrawan1, I. D. G. A. (2011). Pengolahan awal lignoselulosa menggunakan amoniak untuk meningkatkan perolehan gula fermentasi. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia.

Prihandana. (2007). Bioetanol ubi kayu bahan bakar masa depan. Jakarta: Agromedia.

Roukas, T. (1994). Continuous ethanol productions from carob pod extract by immobilized saccharomycess cerevisiae in a packed bed reactor. Journal Chemistry Technology Biotechnol, 59, 387-393.

Sari, M. I., Noverita, & Yulneriwarni. (2008). Pemanfaatan jerami padi dan alang-alang dalam fermentasi etanol menggunakan kapang trichoderma viride dan kamir saccharomycess cerevisiae. Jurnal Vis Vitalis, 5(2), 55-62.

Slametryadi, I. K. (1996). Pemanfaatan limbah bonggol pisang sebagai bahan baku pembuatan etanol. Jurusan Pendidikan MIPA. Universitas Tadulako.

Sukmawati, R. F., & Milati, S. (2009). Pembuatan bioetanol dari kulit singkong. (Skripsi), Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Usmana, A. S., Rianda, S., & Novia. (2012). Pengaruh volume enzim dan waktu fermentasi terhadap kadar etanol (bahan baku tandan kosong kelapa sawit dengan pretreatment alkali). Jurnal Teknik Kimia, 18(2), 17-25.

Warsa, I. W., Septiyani, F., & Lisna, C. (2013). Bioetanol dari bonggol pohon pisang. Jurnal Teknik Kimia, 8(1), 37-41.

Xiang, Q., Lee, Y. Y., Pettersson, P. O., & Torget, R. W. (2003). Heterogeneous aspects of acid hydrolysis of a-cellulose. Journal Humana Press, 105-108(1), 505-514.

Yuanita, Voni, Rahmawati, & Yulia. (2008). Pabrik sorbitol dari bonggol pisang (musa paradisiaca) dengan proses hidrogenasi katalitik. Jurnal Ilmiah Teknik Kimia, 1(1), 1-3.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



p-ISSN: 2302-6030; e-ISSN: 2477-5185

CODEN: JAKUA7


Creative Commons License

Jurnal Akademika Kimia
by Universitas Tadulako is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at
http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/jak

Indexed By

Crossref WorldCat PKP Index OneSearch BASE Scholar GARUDA Sinta Neliti Mendeley