Pembuatan Bioetanol Dari Pati Umbi Talas (Colocasia esculenta [L] Schott) Melalui Hidrolisis Asam dan Fermentasi

Mariskian M. Sadimo, Irwan Said, Kasmudin Mustapa

Abstract


Taro plant contains high enough of carbohydrate, so it can be used as an alternative raw material for producing bioethanol. This study aimed to determine the ratio of hydrochloric acid to taro root starch and hydrolysis time of taro root starch for producing a high sugar content, as well as to determine the bioethanol content produced from the fermentation of taro root starch using baker’s yeast. The results showed that the best ratio of hydrochloric acid 15% to the taro root starch was at 10:1 (v/w), resulted in a total sugar content of 0.651%. The best hydrolysis time of taro root starch was 2.5 hours, resulted in sugar content of 0.653%. The fermentation of sugar resulted in from hydrolysis was carried out at room temperature for 5 days. The ethanol content obtained from the fermentation was 7.716%.

Keywords


Bioethanol, taro root, hydrolysis, fermentation

References


Amin, J. M., & Empayus. (2014). Faktor ragi roti dan waktu fermentasi tepung umbi talas (colocasia esculenta [L] schoot) menjadi bioetanol. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2014. Politeknik Negeri Sriwijaya.

Ariyani, E., Kusumo, E., & Supartono. (2013). Produksi bioetanol dari jerami padi (oryza sativa L). Jurnal Institut Teknologi Nasional, 2(2), 168–172.

Azizah, N., A. N., Al-Baarri, & Mulyani, S. (2012). Pengaruh lama fermentasi terhadap kadar alkohol, pH, dan produksi gas pada proses fermentasi bioetanol dari whey dengan substitusi kulit nanas. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 1(2), 72-77.

Cardona, A., & Sanchez, O. J. (2007). Fuel ethanol production. Process design trends and integration opportunities. Bioresource Technology, 98(12), 45-57.

Demirbas, A. (2005). Bioethanol from cellulosic material: A renewable motor fuel from biomass. Energy Source, 27, 327–337.

Devita, C., Pratjojo, W., & Sedyawati, R. M. S. (2015). Perbandingan metode hidrolisis enzim dan asam dalam pembuatan sirup glukosa ubi jalar ungu. Indonesian Journal of Chemical Science, 4(1), 15-19.

Dewi, T. K., Monica, N., & Novalita, S. (2014). Pembuatan bioetanol dari keladi liar (colocasia esculenta L schott var. antiquorum) melalui hidrolisis dengan katalis asam klorida dan fermentasi. Jurnal Teknik Kimia, 4(20), 7-13.

Groggins, P. H. (1992) Unit process in organic synthesis. New York: Mc Graw Hill Book Company.

Gusmarwani, S. R., Budi, M. S. P., Sediawan, W. B., & Hidayat, M. (2010). Pengaruh perbandingan berat padatan dan waktu reaksi terhadap gula pereduksi terbentuk pada hidrolisis bonggol pisang. Jurnal Teknik Kimia Indonesia, 9(3), 77-82.

Hambali, E. S., Mujdalipah, A. H., Tambunan, A. W., Pattiwiri, & Hendroko, R. (2007). Teknologi bioenergi. Jakarta: Agromedia.

Idral, D. D., Salim, M., & Mardiah, E. (2012). Pembuatan bioetanol dari ampas sagu dengan proses hidrolisis asam dan menggunakan saccharomyces cerevisiae. Jurnal Kimia Unand, 1(1), 34-39.

Mastuti, E., & Setyawardhani, A. D. (2010). Pengaruh variasi temperatur dan konsentrasi katalis pada kinetika reaksi hidrolisis tepung kulit ketela pohon. Ekuilibrium, 9(1), 23- 27.

Novianti, Mappiratu, & Musafira. (2013). Pemanfaatan limbah serbuk gergaji untuk produksi bioetanol menggunakan sel ragi imobil secara berulang. Online Jurnal of Natural Science, 2(3), 9-19.

Osvaldo, Z. S., Panca, P. S., & Faisal, M. (2012). Pengaruh konsentrasi asam dan waktu pada proses hidrolisis dan fermentasi pembuatan bioetanol dari alang-alang. Jurnal Teknik Kimia, 2(18), 52-62.

Putri, L. S. E., & Sukandar, D. (2008). Konversi pati ganyong (canna edulis ker.) menjadi bioetanol melalui hidrolisis asam dan fermentasi. Biodiversitas, 9(2), 112-116.

Rahmawati, A. (2010). Pemanfaatan limbah kulit ubi kayu (manihot utilissima Pohl.) dan kulit nanas (ananas comosus L.) pada produksi bioetanol menggunakan aspergillus niger. Skripsi Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta: tidak diterbitkan.

Retno, E. D., Kriswiyanti, E. A., & Nur, A. (2009). Bioetanol fuel grade dari talas (colocasia esculenta). Ekuilibrium, 8(1), 1-6.

Retno, T. D., & Nuri, W. (2011). Pembuatan bioetanol dari kulit pisang. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan”. FTI UPN Veteran Yogyakarta.

Rohmadi, N., & Nuria, A. S. (2010). Pembuatan bioetanol dari ubi jalar putih (ipomea batatas linneaus). Laporan Tugas Akhir Fakultas Teknik, Program Studi Diploma III Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Setiasih, A. (2011). Pemanfaatan talas (colocasia esculenta L.schott) sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Karya Tulis Ilmiah Fakultas Teknik, Program Studi Diploma III Teknik Kimia Universitas Diponegoro Semarang.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



p-ISSN: 2302-6030; e-ISSN: 2477-5185

CODEN: JAKUA7


Creative Commons License

Jurnal Akademika Kimia
by Universitas Tadulako is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at
http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/jak

Indexed By

Crossref WorldCat PKP Index OneSearch BASE Scholar GARUDA Sinta Neliti Mendeley