Analisis Perbedaan Kadar Vitamin C Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Dan Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) Yang Tumbuh Di Desa Kolono Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah

Risnayanti Risnayanti, Sri Mulyani Sabang, Ratman Ratman

Abstract


This study aims to determine the differences of vitamin C levels contained in the red dragon and
white dragon fruits. The flesh and the skin of the dragon fruits were used as the samples and the fruits
were taken from Kolono Village, Morowali. Analysis of vitamin C levels in the samples was done by
iodine titration method using starch solution as an indicator. The results showed that vitamin C levels
in the skin of red dragon fruit was 4.04 mg/100 g, while in the flesh was 5.28 mg/100 g. Levels of
vitamin C in the skin of white dragon fruit was 7.56 mg/100 g, while in the flesh was 7.92 mg/100
g. The data indicate that vitamin C levels in the flesh and the skin of white dragon were higher than
vitamin C levels in the flesh and the skin of red dragon fruit. It can be seen that both of fruits have
different vitamin C levels.

Keywords


Red dragon fruit, white dragon fruit, Vitamin C, iodine titration

References


Astarini, I. A. (2010). Uji viabilitas dan perkembangan serbuk sari buah naga putih (hylocereus undatus), merah (hylocereus polyrhizus) dan super merah (hylocereus costaricensis) setelah penyimpanan. Jurnal Biologi, 14(1), 39-44.

Cahyono, B. (2009). Buku terlengkap sukses bertanam buah naga. Jakarta: Pustaka Mina.

Ismai, N. S. M., & Ramli, N. (2012). Extraction and characterization of pectin from dragon fruit using various extraction condition. Sains Malaysiana, 41(1), 41-45.

Karinda, M., & Fatimawali. (2013). Perbandingan hasil penetapan kadar vitamin c mangga dodol dengan menggunakan metode spektrofotometri uv-vis dan iodometri. Manado: Universitas Samratulangi.

Levine, M., & Dhariwal, K. R. (1995). Determination of optimal vitamin C requirements in humans. American Journal Clinical Nutrition, 62(1), 1347-1356.

Megawati, & Ulinuha, Y. A. (2014). Ekstraksi pektin kulit buah naga (dragon fruit) dan aplikasinya sebagai edible film. Jurnal Bahan Alam Terbarukan, 3(1), 23-29.

Munson, J. W. (1991). Analisis farmasi metode modern. Surabaya: Unversitas Airlangga.

Niki, E., & Noguchi, N. (1995). Interaction among vitamin C, vitamin E and B carotene. American Journal Clinical Nutrition, 62(1), 1322-1326.

Panjuangtiningrum, F. (2009). Pengaruh pemberian buah naga merah (hylocereus polyrhizus) terhadap kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi aloksan. Surakarta: Univeristas Sebelas Maret.

Pareira, F. M. M. (2010). Pengaruh pemberian jus buah naga putih (hylocereus undatus h.) terhadap kadar kolestrol total tikus putih (rattus norvegicus). Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Rahmawati, B., & Mahajoeno, E. (2010). Variasi morfologi, isozim dan kandungan vitamin C pada varietas buah naga. Bioteknologi, 7(1), 35-44.

Renansari, N. (2010). Budidaya tanaman buah naga super red di wana bekti handayani. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Saati, E. A. (2010). Identifikasi dan uji kualitas pigmen kulit buah naga merah pada beberapa umur simpan dengan perbedaan jenis pelarut. GAMMA, 6(1), 25-34.

Safari, R. (2007). Penentuan vitamin c dalam manisan nanas secara spektrofotometri dengan pereaksi metilen biru. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Samudin, S. (2009). Pengaruh kombinasi auksin sitokinin terhadap terhadap pertumbuhan buah naga. Media Litbang Sulteng, 2(1), 62-66.

Simanjuntak, L., & Sinaga, C. (2014). Ekstraksi pigmen antosianin dari kulit buah naga merah (hylocereus polyrhizus). Jurnal Tehnik Kimia USU, 3(2), 43-51.

Susanti, D. (2012). Variasi temperatur dan waktu tahan kalsinasi terhadap unjuk kerja semikonduktorTiO2 sebagai dssc dengan dye dari ekstrak buah naga merah. Jurnal Teknik, 1(1), 230-2308.

Syafutri, M. I., & Pratama, F. (2006). Sifat fisik dan kimia buah mangga selama penyimpanan dengan berbagai metode pengemasan. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 17(1), 43-47.

Thurnham, D. I., & Bender, D. A. (2000). Water soluble vitamins, in human nutrition and dietetics. United Kingdom: Harcourt.

Umayah, E. A., & Amrun, M. H. (2007). Uji aktivitas antioksidan ekstrak buah naga (hylocereus undatus). Jurnal Ilmu Dasar, 8(1), 83-90.

Wahyuni, R. (2011). Pemanfaatan kulit buah naga sebagai sumber antioksidan dan pewarna alami pada pembuatan jelly. Jurnal Teknologi Pangan, 2(1), 32-40.

Wardani, L. A. (2007). Validasi metode analisis dan penentuan kadar vitamin c pada minuman buah kemasan dengan spektrofotometri uv-visible. Jakarta: Universitas Indonesia.

Warisno, S. P. K. P., & Dahana, K. S. P. (2010). Buku pintar bertanam buah naga. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Winarno, F. G. (1984). Kimia pangan dan gizi. Jakarta: Gramedia.

Wisesa, T. B., & Widjanarko, S. B. (2014). Penentuan nilai maksimum proses ekstraksi kulit buah naga merah (hylocereus polyrhizus). Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2(3), 88-97.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



p-ISSN: 2302-6030; e-ISSN: 2477-5185

CODEN: JAKUA7


Creative Commons License

Jurnal Akademika Kimia
by Universitas Tadulako is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at
http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/jak

Indexed By

Crossref WorldCat PKP Index OneSearch BASE Scholar GARUDA Sinta Neliti Mendeley