KONDISI FISIK TANAH DI BAWAH TEGAKAN PINUS (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) DAN PADANG RUMPUT DESA WATUTAU KECAMATAN LORE PEORE KABUPATEN POSO SULAWESI TENGAH

Gabriella Cahya kasih, Yusran Yusran, Zulkaidhah Zulkaidhah

Abstract


Watutau Village is one of the villages in the Napu valley plains of Central Sulawesi, can be found stands pine breadth ± 500ha. In addition to pine stands there are also grasslands, which are located adjacent to pine stands, it attracts attention for research because it has two distinct land cover vegetations. Differences in vegetation composition of land cover can also affect the physical condition of the soil. The purpose of this study was to determine the physical condition of the soil under the stands of pine and grassland. The study was conducted from November 2017 till January 2018, located in Watutau Village, Lore Peore Sub-district, Poso District, Central Sulawesi. This research starts from field survey, location determination, soil sampling, analysis of soil sampled laboratory. Determination of location done purposive sampling by considering slope condition that is section of valley, slope and peak. Soil sampling is done at two depths 0-30cm and 30-60cm. The results showed that the soil under pine stands had dust clay soil texture and clay, granular soil structure, bulk density 1.26gr / cm3 (High) and 1.3gr / cm3 (High), porosity 50.2% (Good) and 48.6% (Less good). Permeability 2.45cm / hr (Medium) and 2.9cm / hr (Medium), soil colors yellowish red, very dark gray, gray irish, very dark grayish brown, grayish brown. While the soil conditions in the grassland area have clay soil texture, granular soil structure, Bulk density 1,34gr / cm3 (High) and 1,4gr / cm3 (Very High), 50% Porosity (Good) and 47,63% Not good), Permeability 2.14cm / hr (Medium) and 3.66cm / hr (Medium), soil colors dark grayish brown color, brown, strong brown.


Keywords


Soil Physical Condition, Vegetation, Pine Stand, Grassland.

Full Text:

PDF

References


Arifin, M. 2010. Kajian Sifat Fisik Tanah dan Berbagai penggunaan Lahan Dalam Hubungannya Dengan Pendugaan Erosi Tanah. Pertanian MAPERTA 12 (2) 72 – 144

Buhang, A. 2009. Sifat Fisik Tanah Pada Tegakan Agroforestri Sederhana dan Kompleks di Kawasan Zona Penyangga Taman Nasional Lore Lindu Kecamatan Palolo Kabupateen Sigi. Skripsi. Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako. Palu

Dewi, I. G. A. S. U., Trigunasih, N., & Kusmawati, T. (2012). Prediksi Erosi dan Perencanaan Konservasi Tanah dan air pada Daerah Aliran Sungai Saba. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology), 1(1).

Dika MTS. 2011. Sifat fisik Tanah Pada Hutan Mangrove Desa Tolangano Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Skripsi. Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako.

Evarnaz N. 2014. Sifat Fisik Tanah Di Bawah Tegakan Ebony (Diospyros clebica Bakh) Pada Kawasan Cagar Alam Pangi Binangga Kabupaten Parigi Moutong. Warta Rimba 2(2): 109-114

Hanafiah, K. A. 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Jakarta:PT Raja Grafindo Perkasa.

Hanafiah K. A 2008. Dasar–Dasar Ilmu Tanah. PT. Raja Grafindo Perkasa.

Harahap, R. M. S., & Izudin, E. 2002. Konifer di Sumatera Bagian Utara. Info Konifera, Visi & Informasi Teknis BPK Pematang Siantar, (1).

Hartati W. 2008. Evaluasi Distribusi Hara Tanah dan Tegakan Mangium, Sengondan Leda, Pada Akhir Daur Untuk Kelestarian Produksi Hutan Tanaman di UMR Gowa PT INHUTANI I Unit III Makassar. Hutan dan Masyarakat. 3:111 – 234.Hasanuddin.

Lapadjati, K. K., Wardah, W., & Rahmawati, R. 2016. Sifat Fisik Tanah Pada Hutan Tanaman Kemiri, Lahan Agroforestri Dan Lahan Hutan Sekunder Di Desa Labuan Kungguma Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Jurnal Warta Rimba, 4(2).

Lasa. 2017. Sifat Fisik Tanah Pada Hutan Primer Dan Padang Padeha Di Dalam Kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Palu: Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako.

Mahmud, M., Wardah, W., & Toknok, B. 2014. Sifat Fisik Tanah Di Bawah Tegakan Mangrove Di Desa Tumpapa Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal Warta Rimba, 2(1).

Mandasri R. 2014. Determinasi Bahan Organik partikulat pada Berbagai Penggunaan Lahan di Bukit Pinang – Pinang Kota Padang.

Monde, A. 2010. Pengendalian Aliran Permukaan dan Erosi Pada Lahan Berbasis Kakao di DAS Gumbasa, Sulawesi Tengah. Media Litbang Sulteng III (2): 131-136.

Nugroho Y. 2009. Analisi Sifat Fisik-Kimia dan Kesuburan Tanah Pada Lokasi Rencana Hutan Tanaman Industri PT Prima Multi buwana. Hutan Tropis Borneo. 10: 222 – 229.

Puja, I. 2008. Penuntun Praktikum Fisika Tanah. Jurusan Tanah Faperta Universitas Udayana. Bali .

Rajamuddin, U. 2009 Kajian Tingkat Perkembangan Tanah Pada Lahan Perswahan Di Desa Kaluku Tinggu Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Jurnal Penelitian Perikanan Agroland 16 (1) : 45-52.

Rohmat, D.Dan Soekarno, I. 2006. Formulasi Efek Sifat Fisik Tanah Terhadap Permeabilitas Dan Suction Head Tanah (Kajian Empirik Untuk Meningkatkan Laju Infiltrasi). Jurnal Bionatura, Volume: 8 No. 1.

Rukmi, R., Bratawinata, A. A., Pitopang, R., & Matius, P. 2017. Sifat Fisik Dan Kimia Tanah Pada Berbagai Ketinggian Tempat Di Habitat Eboni (Diospyros celebica Bakh.) DAS Sausu Sulawesi Tengah. Jurnal Warta Rimba, 5(1).

Rustam.2016. Sifat Fisik Tanah Pada Berbagai Tipe Penggunaan Lahan Di Sekitar Taman Nasional Lore Lindu Desa Toro Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. [skripsi]. Palu: Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako.

Sallata, K. M. 2013. Pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) dan Keberadaanya di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Info Teknis Eboni, 10(2), 85-

Sembiring, S. (2008). Sifat kimia dan fisik tanah pada areal bekas tambang bauksit di Pulau Bintan, Riau. Info Hutan, 5(2), 123-134.98.

Setyowati, D. L. (2007). Sifat fisik tanah dan kemampuan tanah meresapkan air pada lahan hutan, sawah, dan permukiman. Jurnal Geografi, 4(2).

Sofyan, M. 2011. Pengaruh Pengolahan Tanah Konservasi Terhadap Sifat Fisik dan Hidrologi Tanah (Studi Kasus di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat).

Supriyo, H., & Prehaten, D. (2015). Kandungan Unsur Hara Daun Pinus Merkusi Jungh. et de Vriese dan Sifat-sifat Tanah di Tegakan dengan Produksi Getah yang Bervariasi. Jurnal Ilmu Kehutanan, 7(2), 71-80.

Suryani I. 2011. Dinamika Sifat Fisik Tanah Pada Areal Pertanaman Kakao Akibat Alih Guna Lahan Hutan di Kecamatan Papalang Kabupaten Mamuju. [disertasi]. Makassar. Universitas

Sutedjo, M.M dan A.G. Kartasapoetra. 2002. Pengantar Ilmu Tanah. Rineka Cipta. Jakarta.

Tolaka W. 2013.Sifat Fisik Tanah Pada Hutan Primer, Agroforestri dan Kebun Kakao di SUBDAS Wera Saluopa Desa Leboni Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso. Warta Rimba 1(1) : 1-8

Yamani A. 2007. Analisis Sifat Fisik dan Kimia Tanah Pada Kelerengan yang Berbeda di CV Tabalong Timur Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan. Hutan Tropis Borneo 8(21): 134-139


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
ForestSains by Forestry Faculty, Tadulako University is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/ForestScience.